Dokumen ini belum ditinjau tim ahli. Pakai sebagai bahan pertimbangan, bukan rujukan resmi.
Tujuan yang jelas
Tujuan pengembangan yang baik menyebut perilaku yang akan berubah di kelas, bukan sekadar "meningkatkan kompetensi". Contoh: "Dalam tiga bulan, saya memberi umpan balik tertulis yang menyebut satu langkah perbaikan pada setiap tugas utama kelas 8." Tujuan sebaiknya spesifik, dapat diamati, dan punya batas waktu.
Sedikit tujuan, dikerjakan sungguh-sungguh
Satu sampai tiga tujuan untuk satu semester lebih realistis daripada banyak tujuan sekaligus. Pilih dimensi yang paling berpengaruh pada belajar murid dan yang paling mungkin dikerjakan dalam kondisi sekolah saat ini.
Ragam kegiatan pengembangan
Kegiatan pengembangan tidak selalu berupa pelatihan. Pilihannya antara lain: pelatihan atau kursus, pendampingan oleh mentor, refleksi tertulis, praktik langsung di kelas dengan pengamatan rekan, dan belajar bersama di komunitas seperti KKG, MGMP, atau komunitas belajar sekolah. Kombinasi praktik di kelas dengan umpan balik biasanya lebih berdampak daripada pelatihan satu kali.
Mengevaluasi kemajuan
Setiap tujuan perlu cara mengetahui apakah ia tercapai: catatan refleksi, hasil pengamatan rekan, contoh hasil kerja murid, atau pengisian ulang TFCI setelah beberapa bulan. Tetapkan kapan kemajuan akan ditinjau, misalnya setiap akhir bulan.