Dokumen ini belum ditinjau tim ahli. Pakai sebagai bahan pertimbangan, bukan rujukan resmi.
Apa yang diukur
Dimensi ini menggambarkan seberapa jauh guru memakai asesmen untuk belajar: asesmen awal sebelum materi baru, umpan balik yang spesifik, pemakaian hasil asesmen untuk mengubah rencana, dan pembacaan data hasil belajar untuk menemukan pola kesulitan.
Membaca skor
Skor rendah biasanya berarti asesmen lebih banyak dipakai untuk memberi nilai daripada untuk mengarahkan pembelajaran. Skor tinggi berarti hasil asesmen rutin menentukan apa yang diajarkan ulang, kepada siapa, dan dengan cara apa.
Langkah pengembangan
Awali topik baru dengan asesmen diagnostik 5-10 menit, misalnya tiga soal singkat atau pertanyaan pemantik. Beri umpan balik tertulis yang menyebut satu kekuatan dan satu langkah perbaikan. Setelah asesmen, catat dua atau tiga kesalahan yang paling sering muncul dan rencanakan pengulangan yang menyasar kesalahan itu.
Tanda kemajuan
Rencana pembelajaran berubah berdasarkan hasil asesmen, murid dapat menyebut apa yang perlu diperbaiki dari umpan balik guru, dan guru memiliki catatan pola kesulitan per kelas.